A Good Human Resource

HR adalah singkatan dari Human Resource, merupakan salah satu bagian di perusahaan yang berperan penting dalam menentukan sumber daya manusia. Penentuan personil yang tepat sesuai dengan jabatan dan tugasnya, maka akan berdampak kepada proses kemajuan perusahaan.

The right person in the right job, memang istilah tersebut harus dijadikan pegangan dalam menentukan dan memilih karyawan. Karena dengan meyakini bahwa dengan pemilihan dan penempatan karyawan pada sebuah pekerjaan yang disesuaikan dengan kemampuan dan kompetensi karyawan, akan memberikan keefektivan pekerjaan. Selain itu, visi dari perusahaan akan dapat diraih dimana setiap personil atau karyawan telah memahami dan mampu dalam mengemban tugasnya.

Setiap orang yang berprofesi sebagai HR tentunya harus memiliki rasa simpati, empati, dan antipati yang cukup dapat dikelola dengan baik ketika berurusan dengan pekerjaan di personalia. Kedewasaan dan profesionalisme seorang HR akan diuji mana kala ia dihadapkan dengan persoalan manajemen karyawan, dimulai sejak proses rekrutmen, masa percobaan, hingga menentukan putusan untuk mengikat karyawan menjadi karyawan tetap.

Momen yang sangat berat dihadapi oleh seorang HR, contohnya, ada seorang karyawan yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam bidang kerjanya, berkompeten, memiliki kecapakan dan kinerja yang baik, dan mampu membantu karyawan lain, tetapi dia melakukan kesalahan yang tidak berat. Kesalahannya adalah dia mengisi formulir hand over dan memberikan tanda tangan tanpa adanya pertemuan dengan karyawan sebelumnya. Karyawan ini masih dalam masa percobaan. Keputusan yang diambil akan kah karyawan ini diteruskan kontraknya, atau diputus kontrak. Keputusan yang diambil seyogyanya tidak egois karena merasa dibohongi oleh karyawan dimana sudah dijelaskan alasan kebohongannya.

Ada dua pilihan jika kita berprofesi sebagai HR dalam situasi diatas. Pertama, kita putuskan kontraknya karena sebagai karyawan kontrak yang baru beberapa hari sudah berani memanipulasi dokumen. Dengan konsekuensi perusahaan akan kehilangan karyawan yang berkinerja tinggi, perlu effort lagi untuk mencari kandidat baru yang bisa mengisi kekosongan, pengulangan proses adaptasi kembali. Keputusan Kedua, memberika kesempatan meneruskan kontrak hingga masa kontrak berakhir, terus memantau karyawan apakah bisa memperbaiki diri dengan tidak mengulangi kesalahan. Kedua putusan tersebut bisa saja terjadi di perusahaan, bergantung kepada HR apakah ia mampu memberikan putusan yang proporsional untuk kedua belah pihak, karyawan dan perusahaan.

Selamat bekerja bagi para HR. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *