Business as Usual

Gaithym – lantaran selesai menonton film spionase yang melibatkan agensi Mossad dalam operasi pengumpulan informasi nuklir Iran, maka muncullah artikel ini. Bagian yang menarik bagi penulis, alias atau nama samaran yang dipakai agensi adalah “Business as Usual”. Langsung saja ketik kalimat tersebut di mesin pencari, dan setelah mengklik beberapa artikel ternyata makna yang terkandung dalam kalimat Business as Usual sangatlah asik untuk dikembangkan dalam bisnis yang nyata.

Semangat Bisnis

Sebagai pimpinan perusahaan yang bisa jadi pendiri/ pemilik bisnis, tentu semangat dalam menjalankan bisnis sangatlah besar. Alasan yang umum karena pendiri bisnis sangat paham apa yang perlu dilakukan, perlu dikalkulasi, perlu dipelajari, berapa modal yang dibutuhkan, siapa saja yang harus terlibat, dan banyak faktor lain agar bisnis bisa berjalan dengan lancar. Nah bagaimana orang lain, karyawan, rekan kerja, dan bahkan pendiri lain, bisa dalam satu frame yang sama yaitu bersama bekerja sebagai tim. Bisnis seperti biasa untuk pendiri sangat bisa dilaksanakan, namun tidak mudah bagi orang lain yang berada dalam satu perusahaan.

Apa yang dimaksud dengan business as usual?

Business as usual adalah kerangka kerja yang sudah ditetapkan dalam perusahaan agar tahapan proses kerja dilaksanakan dengan baik, meliputi:

  1. Setiap individu dalam perusahaan mengetahui kewajiban dan hak yang bisa dituangkan dalam kontrak, deskripsi pekerjaan, peraturan perusahaan, dan kebijakan perusahaan.
  2. Setiap aktivitas/ operasional perusahaan harus mengikuti pedoman kerja yang dibuat, atau semua operasional harus memiliki pedoman kerja (jika belum ada).
  3. Setiap aktivitas harus ada rekaman dalam bentuk soft-file dan hard-file.
  4. Setiap bentuk komunikasi dengan pelanggan, penyedia, pemerintah, dan pihak terkait harus terdokumentasikan.
  5. Tujuan, kebijakan, dan aturan perusahaan harus dipatuhi oleh seluruh individu di perusahaan.

Tugas dalam memberikan pemahaman akan pentingnya business as usual kepada seluruh individu/ pekerja adalah si pemilik/ pendiri perusahaan. Bagaimana caranya sangat bergantung dari jenis bidang usaha dan karakteristik masing-maing perusahaan.

Apa yang harus disiapkan dalam business as usual?

Sebuah upaya tidak mudah dalam menseragamkan semangat, pola pikir, cara kerja, untuk meraih tujuan bersama. Mulai dari membuat kode etik, tata kelola, menyusun sistem manajemen, peraturan perusahaan, sosialisasi, dan komitmen antara pimpinan dan karyawan. Kondisi tersebut akan menciptakan lingkungan kerja yang dapat dikatakan sebagai business as usual. Tidak ketinggalan adanya pengawasan, evaluasi, dan upaya tindakan perbaikan secara berkelanjutan.

Komponen-komponen bisnis tersebut diatas, perlu dilakukan penilaian oleh lembaga terakreditasi sehingga secara tidak langsung akan menaikkan nilai perusahaan. Dengan adanya penilaian/ pengakuan oleh pihak independen, akan meningkatkan kepercayaan pelanggan sehingga tidak akan khawatir jika melakukan kerja sama dengan perusahaan. Perkembangan teknologi dan informasi saat ini sebetulnya memberikan ruang terbuka bagi perusahaan dalam menentukan jenis penilaian/ akreditasi/ sertifikasi yang tentunya disesuaikan dengan jenis bidang usaha.

Peran Sistem Manajemen

Jika kita ingin mengartikan business as usual sebagai kekompakan dalam sebuah perusahaan, maka piranti organisasi yang tepat adalah sistem manajemen. Dengan menerapkan sistem manajemen, semua bagian telah dijabarkan akan tugas dan wewenang di dalam perusahaan.

Sebagai contoh sejak perekrutan oleh bagian personalia dimana telah ada standard operasional/ prosedur kerja, maka detail dari tahapan perekrutan dapat berjalan dengan baik. Alasan yang tepat yaitu sebuah prosedur kerja dibuat oleh personil yang mengetahui betul tentang bidang personalia. Kemudian prosedur kerja harus disetujui oleh manajemen atu bahkan oleh top manajemen yaitu si pemilik perusahaan. Sehingga prosedur kerja telah melewati mekanisme pembuatan standard dokumen. Proses selanjutnya setelah perekrutan, ditentukan calon karyawan, diberikan kontrak kerja dan deskripsi kerja, maka diberikan waktu penyesuaian terhadap lingkungan kerja perusahaan. Penyesuaian yang dilakukan dapat memberikan pemilihan pelatihan yang tepat bagi karyawan, sehingga pada saat pelaksaan pekerjaan tidak ada kendala. Pelatihan yang akan diberikan kepada karyawan juga dapat di evaluasi dengan mengenal beberapa Tipe Individu di Perusahaan.

Pemilihan sistem manajemen bagi perusahaan saat ini tidak sulit, karena telah tersedia pedoman internasional mengenai semua bentuk sistem manajemen. Tinggal mana yang akan dipilih, dipraktekkan, dievaluasi, dan dilakukan tindakan perbaikan. Dengan demikian, business as usual tidak akan mustahil dapat dilaksanakan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *