Bekerja Pada Ketinggian

Bekerja Pada Ketinggian

Dalam kondisi tertentu, pekerjaan tidak dilakukan di atas permukaan datar. Kadang kala suatu pekerjaan dilakukan disebuah bidang dimana bidang tersebut berbeda level di atas dari permukaan datar pada umumnya. Misal pekerjaannya, yaitu: memperbaiki atap, mengecat ulang tembok atau dinding, pemeliharaan pemancar gelombang, pemasangan instalasi kabel atau pipa air didalam gedung, dan pekerjaan lainnya.

Pekerjaan-pekerjaan tersebut memang tidak bisa dihindarkan untuk tidak dilakukan di bidang yang lebih besar level atau tinggi di atas permukaan datar. Ada hal lain yang tidak bisa terhindarkan juga, yaitu bahaya terjatuh. Mengingat kembali istilah jatuh dalam ilmu fisika dan merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jatuh adalah (terlepas dan) turun atau meluncur ke bawah dengan cepat karena gravitasi bumi (baik ketika masih dalam gerakan turun maupun sesudah sampai ke tanah dan sebagainya). Semakin besar level atau tinggi bidang pekerjaan maka potensi bahaya jatuh juga semakin besar.

Jatuh adalah terlepas, turun, meluncur ke bawah dengan cepat karena gaya tarik bumi (gravitasi) hingga menyentuh tanah atau benda diatas tanah, KBBI online

Potensi Bahaya

Setiap aktivitas pekerjaan jika dipandang dari sisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), memiliki potensi bahaya yang bisa ditimbulkan sebagai akibat dari pelaksanaan pekerjaan. Namun, tidak semua aktivitas harus ditilik aspek K3 karena bisa jadi menimbulkan rasa was-was yang berlebihan. Dengan mengetahui potensi bahaya, yang dirangsang untuk dimunculkan dan dipraktekkan adalah rasa kehati-hatian serta waspada dalam melaksanakan setiap aktivitas terutama di dunia kerja.

Bahaya adalah hal-hal yang mungkin dapat menimbulkan kecelakaan, bencana, kesengsaraan, kerugian dan sebagainya. KBBI online

Bahaya suatu pekerjaan terutama pada pekerjaan di ketinggian dapat dianalisa dan diberikan batasan agar bahaya tidak terjadi, diantaranya:

  1. Dipasang perancah atau papan dengan kaki atau tiang yang kokoh hingga menyentuh permukaan tanah;
  2. Dipasang pembatas/tirai/dinding agar pekerja yang berada di papan tidak secara langsung dapat terjatuh atau melihat ke bawah;
  3. Perancah yang sudah dipasang harus dipastikan ada pengikat dengan bangunan agar tetap kokoh dan tidak mudah goyang;
  4. Pekerja diharuskan memakai alat pelindung diri berupa body harness;
  5. Pekerja diberi pelatihan dan wawasan kerja pada ketinggian, cara pakai body harness, dan melatih untuk tetap fokus berkonsentrasi pada pekerjaan;
  6. Di beberapa area kerja perlu mengisi formulr izin kerja dan diberikan kepada pengawas pekerjaan.

Batasan-batasan atau aturan tersebut harus diaati agar pekerjaan pada ketinggian dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada bahaya atau kecelakaan kerja yang terjadi.

 

Salam,

Nur Ichsan

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *