Be Bright-Future

Masa depan sesuatu hal yang tidak bisa diprediksi, dikira-kira, dan ditebak. Misteri merupakan bagian melekat erat dalam sebuah masa depan. Seorang anak, kakak-beradik dapat dipastikan masa depan yang akan diraih dapat berbeda, andai kata sama-pun pasti akan ditemukan perbedaan. Walaupun tidak bisa diprediksi, masa depan untuk masa sekarang dapat dipersiapkan.

Masa depan apabila dikaitkan dengan masa sekarang ia dapat berwujud cita-cita. Ketika cita-cita sudah ditentukan dan dijabarkan semua persyaratan, maka cita-cita itu terwujud. Dan persyaratan tersebut haruslah ditaati karena konsekuensi yang ditimbulkan akan berpengaruh terhadap cita-cita di masa akan datang. Cita-cita dapat berupa sesuatu yang memiliki makna tunggal (ingin menjadi seorang dokter, dosen, ilmuwan, dll), tetapi juga dapat bermakna luas (ingin jadi orang sukses).

“Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Ungkapan di atas pernah dilontarkan oleh Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Setiap orang seyogyanya memiliki mimpi atau cita-cita, agar hidup termotivasi. Karena pada hakikatnya setiap manusia diciptakan memiliki tujuan. Alangkah indahnya jika hidup dilalui melewati jalan yang menghantarkan kepada tujuan. Tujuan hidup dapat diartikan sebagai cita-cita.

Cita-cita yang sudah ditetapkan di masa kanak-kanak, terkadang dapat berubah dengan cita-cita lain yang tentunya mengikuti apa yang sudah dijalani. Namun saat cita-cita yang tinggi telah ditentukan dan dipilih kembali, jadikan sebagai titik awal. Cita-cita yang tinggi memerlukan usaha yang tidak biasa-biasa saja, komitmen terhadap waktu yang tidak biasa, modal finansial dan non finansial yang tidak sedikit, dan kedisiplinan yang tinggi.

Cita-cita tinggi harus dilalui dengan proses yang tidak singkat, tidak mudah, dan tidak instant. Dengan usaha yang mati-matian dan proses yang panjang, kadang kala hasil yang dicapai tidak sesuai yang diharapkan bahkan gagal. Tetapi jika sudah menentukan cita-cita tinggi, walaupun gagal atau belum mencapai pada titik cita-cita yang diharapkan, sudah dapat dipastikan cita-cita tersebut lebih tinggi dari kebanyakan orang.

Sebagai contoh, seseorang yang bercita-cita ingin memperoleh penghasilan dalam sebulan adalah 10 juta. Kemudian diimbangi dengan usaha jual makanan dengan lima varian dimana masing-masing varian bernilai 2 juta. Setelah sebulan lamanya ternyata hanya terjual tiga varian, maka yang didapat dalam satu bulan berjumlah 6 juta. Contoh yang lain, seseorang yang tidak menargetkan atau menentukan cita-cita dan hanya melakukan usaha jual makanan dengan semampunya saja katakan haya dua varian saja dan dengan harga 2 juta untuk satu varian. Setelah sebulan berusaha ternyata semua laris terjual, sehingga yang diperoleh sejumlah 4 juta. Perbedaan dari kedua contoh tersebut, target atau cita-cita yang besar dan waktu untuk meraih sama dengan orang lain yang tidak menentukan target hasilnya akan lebih banyak atau tinggi orang yang memiliki target dan cita-cita.

Makna dari ungkapan yang disampaikan oleh bapak Ir. Soekarno dapat dijabarkan seperti di atas. Seseorang memiliki cita-cita yang tinggi dengan upaya maksimal akan menghantarkan pada titik yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang memiliki cita-cita sedapatnya atau lebih dari itu tidak menentukan cita-cita. Kehidupan sepenuhnya adalah milik kita, mau seperti apa kehidupan ini dilalui dan kondisi bagaimana kehidupan ini berakhir. Mari gantungkan dan tentukan cita-cita setinggi langit agar kehidupan cerah cemerlang dapat dinikmati. Selamat berjuang.

 

Salam,

Abd. Nur Ichsan

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *