Iklaskan, Jangan Kecewa

Dinamika Kehidupan

Kehidupan ini tak selamanya senang dan tak selamanya muram. Kadangkala bisa saja kesenangan datang cepat atau bahkan tak jarang kesenangan hanya angan belaka. Tak bisa dipungkiri ketika hidup mengalami kegagalan rasa kecewa muncul dengan apa yang sudah dilakukan atau apa yang sudah dikorbankan. Kecewa atau tidak semua tergantung kita, tergantung bagaimana kita menyikapi kegagalan. Tak sedikit orang tatkala sedih karena gagal kemudian mencari ketenangan diri dengan berbagai cara, namun berdasarkan realita yang pernah penulis rasakan yaitu hal yang paling ampuh adalah membuka obrolan kepada sahabat, karib kerabat, tetangga, atau siapapun yang bisa diajak bicara. Hal itu sebagai upaya mentransfer rasa kecewa agar tidak terpendam didalam diri. Rangkulan orang terdekat akan memberikan energi yang tidak disadari untuk melanjutkan jalan hidup kita.

Selain itu, kita harus yakin bahwa kita tidak sendiri. Ada kekuatan yang dahsyat yang selama ini mengatur atau telah merumuskan skenario jalan hidup kita. Dari buaian ibu hingga dewasa, bergeraknya waktu, titik masa yang bisa jadi setiap orang akan melewati, seolah-olah semua itu sudah ada yang mengatur. Namun, kita punya kuasa jalan mana yang akan dituju, pilihan mana yang akan ditentukan. Bisa jadi bahwa kegagalan, masalah, dan lingkungan yang tidak menyenangkan adalah sebagian dari skenario alternatif untuk kita kembali ke skenario utama.

Keyakinan kepada Tuhan

Dua hal diatas: membuka obrolan kepada orang terdekat dan meyakini bahwa ada kekuatan maha dahsyat, akan melumerkan kekecewaan serta mengikisnya hingga menjadikan pondasi baru untuk tatanan hidup selanjutnya. Sejarah telah mengukir banyak orang yang berangkat dari kegagalan, diiringi dengan proses baik, nantinya akan menghantarkan kepada keberhasilan atau kesuksesan hakiki.

Namun, pengertian dari keberhasilan atau kesuksesan tidak akan sama yang penulis terjemahkan dengan penafsiran orang lain. Bisa jadi hanya pada saat titik tertentu orang sudah merasa bahagia dan sukses, sedangkan tak sedikit itu hanya masih dalam garis start untuk meraih kesuksesan lainnya.

Selamat berkarya untuk meraih kesuksesan masing-masing.
Salam,
Nur Ichsan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *